Adab Bertamu

Adab Bertamu
Allah ta’ala berfirman:
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salam", Ibrahim menjawab: Salaamun" (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar),lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata: "mengapa kalian tidak makan"(QS.adz-Dzariyat[51]:24-27)


Saudaraku yang di rahmati allah ,demikianlah allah menceritakan tentang kisa abi Ibrahim  dalam memuliakan tamu.sebab,seunguh nya tamu memiliki hak sebagai mana tuan rumah juga memiliki hak.rasulullah  bersabda:”barangsiapa yang beriman kepada allah dan hari akhir maka  hedaklah ia memuliakan tamunya.”(HR.Bukhari:6475,Muslim:47)
Tulisan berikut ini memuat beberapa adab yang berkaitan dengan tamu unuk
Untuk menunjukkan betapa indahya islam.semoga bermanfaat bagi kita semua.
Adab yang berkaitan dengan tuan rumah 1
Ada beberapa adab (etika) bagi tuan rumah ketika datang tamu kerumah nya , diantara lainya:

1.Niat yang baik
Hal itu dngan cara berniat mencari pahala dari allah dalam menjamu atau melayani tamunya karena sesunguh ya allah telah memerintah kita untuk agar memuliakan tamu.jangan sekali-kali melakukanya secara riya’ atau pamer agar dikatakan sebagai orang dermawan .

2.Menyambut tamu dengan baik
Selayaknya tuan rumah membaguskan dalam penyambutan tamunya dengan senyuman ,wajah yang ceria,serta ungkapan sambutan dan kabar gembira .hal ini termasuk di antara yang dapat melapang kan dada mereka ,menjadikan mereka didudukan sepatunya di sisi saudaranya yang menjadi tua rumah.Rasulullah bersabda:

“senyumanmu pada wajah saudaramu adalah bernilai shadaqah bagimu”(HR.Tirmidzi:1956,dan di shahikan oleh al ALbani dalam ash-shahiha no.572)

Suri teladan kita,nabi Muhammad ,sungguh sangat baik ketika menyambut tamu.diceritakan oleh bunda aisyah,”Rasulullah berkata kepada putrinya Fatimah(saat dia datang),’Selamat Datang Anakku.’
( HR.Bukhari:6176,Muslim:17)
Ummu Hani mengatakan, “aku datang kepada Rasulullah maka beliau mengatakan kepadanya ,’Selamat Datang,Ummu Hani’.”(HR.Bukhari:3623,Muslim:2450)

3.Mendudukan Tamu pada tempat  yang selayaknya
Diantara bentuk memuliakan tamu, tuan rumah mendudukan tamunya pada tempat yang pantas ,dimana mereka bisa merasa senang di tempat tersebut .tempat tersebut tidak kotor atau dalamnya ada bau yang di benci oleh tamu atau yang semisalnya. Begitu juga,hendaknya tuan rumah tidak menempatkan mereka pada tempat tamu yang melihat aurat tuan rumah,itu bukan termasuk memuliakan tamu.

4.menyegerakan menjamu tamu dan tidak melambatkannya
Selayaknya tuan rumah bersegera dalam menyajiakn hidangan bagi tamu,berupa air minum atau makan-makanan yang layak,dan tidak mengakhirkannya atau bahkan terlambat hampir-hampir tamu itu pergi ;sebagaimana hal ini telah di praktikan oleh nabi Ibrahim ketika menjamu tamunya dari kalangan malaikat. Allah Ta’ala Berfirman:
  
Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar),lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata: "mengapa kalian tidak makan"(QS.adz-Dzariyat[51]:26-27)
Yang demikian itu Rasulullah telah bersabda, ”barangsiapa yang beriman kepada allah dan hari akhir maka  hedaklah ia memuliakan tamunya.”(HR.Bukhari:6475,Muslim:47)

5.tidak memberatkan diri dalam menjamu tamu ( sesuai dengan kemampuannya )
Meskipun kita sangat ditekankan dalam memuliakan tamu berupa menjamunya  dengan makanan dan mminuman,hal tersebut bukan berarti  tuan rummah harus membebani diri nya diatas kemampuannya .akan tetapi,hendak lah dia memberikan kepada tamu sesuai dengan apa yang ada pada dirinya di serati penghormatan kepada mereka.karena,kebiasaan yang seperti ini terkadang mengakibatkan kebencian untuk menyambut atau memuliakan tamunya

6.tuan rumah menyambut sendiri tamunya
Imam bukhari membuat bab dalam kitabnya yang agung Shahi Bukhari, “Bab memuliakan tamu dan menjamunya sendiri”.hal ini karena kesugguhannya ketika tuan rumah menjamu dan memuliakan tamunya sendiri akan lebih di senangi oleh tamu dan tidak merasa di asingkan.

7.Berbuat baik kepada tamu ketika  ia tinggal(menginap)
Hal ini  di wujudkan denganmemberikan tempt tidur yang sesuai,mencegah gaduhnya anak anak,menydiakan handuk,bantal,kamar mandi yang bersih,dan lain lain dari kebutuhannya.

8.Tuan rumah menemani tamu ketiak keluar sampai ke pintu dan tidak menutupnya hingga ia pergi
Suatu ketika abu Ubaidah menziarahi imam ahmad di rumahnya,dia berkata,’ketika aku hendak berdiri(untuk pulang) maka beliau(imam ahmad)berdiri bersamaku . aku berkata ,’jangan berbuat begitu wahai abu abdillah(kuniyah Imam ahmad)’ maka beliau mengatakan, Sesunguhnya  Imam  Asy-Sya’bi mengatakan,termasuk kesempurnaan kunjugan peziarah adalah berjalan bersamanya sampai ke pintu dan mengambil kendaraan nya’”(al-Adab asy-syar’iyyah 3/227)
Adab Yang Berkaitan Dengan Tamu

1.Memenuhi Undagan apabila diundang
Ini merupakan salah satu hak muslim atas muslim lainya sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah:
“hak muslim atas muslim lainya ada lima:1.menjawab salam,2.menjenguk orang sakit,3.mengiringi jenazah,4.memenuhi undagan,5.mendo’akan orang yang bersin.”(HR.Bukhari:1183,Muslim:2162)
Hal ini selagi dalam acara tersebuttidak mengandung kemungkaran.adpun apabila di dalamnya terdapat kemungkaran maka kita tidak boleh mendatanginya kecuali kita mampu untuk mengubahnya.

2.Beradab dengan adab ziarah dan menita izin
Seperti memilih waktu yang tepat,mengetu pintu dengan lembut,tidak manghadap tepat ke arah pintu,memulai dengan salam,memperkenalkan diri,tidak berlama-lama kecuali ada keperluan yang mendesak,minta izin sebelum pergi ,dan lain-lain.

3.bertrimakasih terhadap tuan rumah dan medoakannya
Maka hendaknya bagi tamu untuk bertrimakasih kepada tuan rumah yang berbuat baik kepadanya.demikian mendo’akannya dengan do’a ke berkahan seperti dilakuakan yang dilakukan Rasulullah ,beliau berdoa untuk Abdullah bin bisr setelah memberi makan kepada beliau:
“Ya Allah ,berkahilah apa yang ada pada mereka terhadap apa yang telah engkau karunjkan kepada mereka,ampunilah mereka,dan rahmatilah mereka.”
(HR Muslim:2042).



Previous
Next Post »
Thanks for your comment